Pangkalpinang,19/2/2026-jejakberitaonline.com-Sebanyak 3.568 ijazah SMA dan SMK se-Provinsi Kepualauan Bangka Belitung (Babel) masih tertahan di sekolah atau belum diambil oleh siswa yang telah lulus.

Hal ini terungkap usai Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung di DPRD Babel, 18 Februari 2026.

“Setelah dicek hampir 3.568 ijazahnya yang belum diambil dengan latar belakang permasalahan yang berbeda-beda. Kita tidak melihat latar belakang masalah, yang penting bagi SMA atau SMK Negeri wajib ijazah itu diberikan kepada anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikannya,” kata Didit.
Dari 3.568 ijazah tersebut, 594 ijazah diantaranya merupakan ijazah yang dikeluarkan oleh sekolah swasta. Didit menegaskan kendayi pembiayaan sekolah swasta bukan dari APBD, namun pihaknya menyerahkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung untuk dapat mencari solusinya.
“Jikapun memang harus dianggarkan, ya tidak ada alasan bagi pemerintah daerah tidak menganggarkan itu. Karena saya yakin mereka yang ijazahnya nggak diambil, rata-rata orang yang tidak mampu. Saya yakin mungkin kondisi ekonominya yang tidak memungkinkan, atau kondisi ekonomi yang tidak mendukung namun Pemerintah harus hadir,” ucapnya.

“Setelah kami cross-check, karena anak tersebut belum bayar namanya iuran sebesar Rp 500 ribu. Lalu saya bepikir jangan-jangan banyak yang seperti ini, lalu dari Dinas Pendidikan ternyata memang banyak ijazah yang belum diambil,” ucapnya.
DPRD Babel berharap, permasalahan ijazah dapat segera tuntas, demi memberikan kepastian bagi para pelajar yang hingga kini belum mendapatkan ijazahnya.

By