Pangkalpinang-jejakberitaonline.com-Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menunjukkan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat. Selama kurang lebih sembilan jam, ia menunggu kepastian penerbangan di tengah kendala cuaca dan kabut asap, demi memenuhi agenda pertemuan dengan masyarakat Desa Nyuruk, Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur, Kamis (15/10/2026).
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda kerja, melainkan kesempatan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, terutama petani plasma yang menantikan kepastian program plasma PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) Tahun 2026.
Gubernur dijadwalkan menghadiri rapat pembahasan program tersebut pukul 10.00 WIB di Gedung Serbaguna Desa Nyuruk. Namun, perjalanan tidak berjalan sesuai rencana akibat gangguan penerbangan.
Penerbangan pagi hari mengalami penundaan hingga dua kali, dari jadwal awal pukul 07.15 WIB menjadi pukul 09.35 WIB, akibat cuaca buruk pada rute Palembang-Pangkalpinang.
Gubernur kemudian menaiki pesawat Super Air Jet IU-302 dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang pukul 15.30 WIB. Namun, pesawat tidak dapat mendarat di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjungpandan. Kabut asap yang mengurangi jarak pandang dan angin kencang membuat pilot melakukan go-around pukul 16.10 WIB, sebelum akhirnya mengalihkan pendaratan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 16.53 WIB.
Meski tertunda, Gubernur tidak membatalkan agendanya. Ia tetap berupaya mendapatkan penerbangan lanjutan menuju Belitung.
“Saya sudah berjanji kepada masyarakat di Nyuruk. Mereka sudah berkumpul sejak pagi. Saya merasa tidak enak kalau tidak datang. Makanya saya tunggu, berapa jam pun,” ujar Gubernur Hidayat.
“Mau 9 jam, mau 10 jam, kalau masih ada pesawat yang bisa membawa saya ke Belitung hari ini, saya akan tetap berangkat. Kalau tidak hari ini, besok pagi-pagi sekali saya harus sudah di sana. Ini bukan soal rapat, ini soal kepercayaan,” tegasnya.
Kepala Biro Hukum Setda Babel, Andi Manandang, yang ikut mendampingi, menyebut Gubernur bahkan sempat menolak tawaran kembali ke Pangkalpinang dan mengikuti rapat secara daring.
“Ia berkata, masyarakat sudah menunggu di lapangan. Kita harus hadir langsung. Kalau kita menunda-nunda terus, kapan selesainya masalah plasma ini,” ujarnya.
Dalam penerbangan tersebut, pilot mengumumkan kecepatan angin di landasan pacu 36 terlalu tinggi sehingga tidak memungkinkan pendaratan aman. Sementara jarak pandang di landasan lainnya kurang dari 2.000 meter akibat kabut asap.
Setelah penantian panjang, Gubernur Hidayat akhirnya tiba di Belitung pukul 19.07 WIB.
Bagi Gubernur, kehadiran langsung merupakan bagian dari tanggung jawab pemimpin sekaligus upaya menjaga kepercayaan masyarakat, terlebih pertemuan menyangkut kepastian program plasma yang telah lama dinantikan petani.
“Cuaca boleh tidak pasti, tetapi janji saya kepada masyarakat harus pasti, dan pertemuan yang tertunda hari ini akan dijadwalkan besok jam 09.00 WIB,” tutupnya.***Red)
