Pangkalpinang-jejakberitaonline.com-Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri, secara resmi membuka pengembangan kapasitas guru dalam pendidikan jarak jauh. Kegiatan ini sangat strategis.kegiatan ini di ruang Pertemuan SMA Negeri I Pangkalpinang , Selasa (21/7). Pertemuan ini digelar sebagai langkah konkret dalam upaya penuntasan penanggulangan anak putus dan anak tidak sekolah. Model pembelajaran jarak jauh dengan pemanfaatan media pembelajaran berbasis AI menjadi salah satu program unggulan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung .
Rapat berlangsung penuh khidmat dalam suasana penuh kebahagiaan dan dihadiri oleh elemen kunci pendidikan di wilayah Babel , meliputi:
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I ,Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pangkalpinang,Tim Ahli dari SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (SEAMOLEC) serta Para guru pendamping dari SMAN 1 Pangkalpinang, SMAN 1 Koba, dan SMAN 1 Toboali.
Dalam arahan pembukanya, Saipul Bakhri menegaskan bahwa guru adalah pelaku utama yang menentukan keberhasilan layanan pendidikan modern, khususnya sistem PJJ yang diterapkan bagi siswa di wilayah terpencil dan atlet berprestasi yang kesulitan mengakses pendidikan bermutu. Menurutnya, dukungan sarana tidak akan berarti maksimal jika tidak diimbangi dengan kemampuan pendidik yang handal dalam mengelola kelas maya dan materi digital.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kehadiran rekan dari SEAMOLEC dan sinergi antar sekolah di Pangkalpinang, Koba, hingga Toboali adalah bukti keseriusan kita menyatukan standar kualitas. Pengembangan kapasitas ini bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi jangka panjang agar guru-guru kita siap menghadapi tantangan zaman dan melayani siswa dengan sebaik-baiknya tanpa sekat jarak,” tegas Saipul Bakhri.
Kehadiran tim SEAMOLEC ini membawa nilai tambah strategis dengan menghadirkan referensi praktik terbaik, metode inovatif, serta standar kompetensi guru berskala regional.
Dalam Rapat tersebut Agenda utama yang dibahas meliputi:
Penyusunan modul pelatihan yang adaptif dan relevan dengan kondisi wilayah Babel;
Penguasaan teknologi pembelajaran dan manajemen interaksi dalam jaringan;
Sinkronisasi standar layanan antara sekolah induk dan sekolah mitra;
Penyusunan jadwal bimbingan berkelanjutan dan evaluasi berkala.
Saipul Bakhri menegaskan bahwa dukungan Pak Gubernur Babel Hidayat Arsni tidak hanya sebatas ucapan, melainkan akan diwujudkan dalam bentuk fasilitasi sarana prasarana digital, pembinaan berkelanjutan bagi tenaga pendidik, serta kebijakan yang memudahkan perluasan model pembelajaran ini ke sekolah-sekolah lain yang membutuhkan.
usai kegiatan saat di temui redaksi kacabdin wilayah I Wahyudi mengatakan bahwa program PJJ ini disusun dengan tujuan mulia untuk menjawab tantangan aksesibilitas pendidikan. Model pembelajaran ini dirancang khusus guna memberikan fleksibilitas waktu dan tempat belajar bagi kelompok siswa yang memiliki kendala khusus, di antaranya:
Siswa yang berada di wilayah dengan keterbatasan geografis atau akses transportasi yang sulit;
Atlet berprestasi daerah maupun nasional yang memiliki jadwal latihan padat dan sering bertanding di luar kota;
Peserta didik dengan kondisi khusus lainnya yang memerlukan pola belajar mandiri namun tetap terarah.
wahyudi menegaskan program ini sejalan dengan visi Gubernur Babel Hidayat Arsni untuk memastikan tidak ada satu pun anak putus sekolah atau tertinggal dalam meraih pendidikan hanya karena kendala lokasi atau kesibukan.
Pendidikan adalah hak setiap warga negara, dan pemerintah hadir untuk memastikan hak itu terpenuhi, sekalipun siswa tinggal di daerah yang sulit dijangkau atau memiliki jadwal latihan yang padat ,tegas Wahyudi
Rapat berjalan interaktif dengan berbagai masukan konstruktif dari seluruh peserta. Diharapkan hasil pertemuan ini segera ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan pendampingan intensif, sehingga Program Pendidikan Jarak Jauh di Bangka Belitung semakin kokoh, berkualitas tinggi, dan benar-benar menjadi solusi nyata bagi masyarakat luas.
Program ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi pengembangan layanan pendidikan inklusif dan adaptif di wilayah Bangka Belitung, yang mengutamakan keberhasilan belajar siswa tanpa terkendala situasi maupun lokasi.***Red)
Pewarta: Hariyono
Editor : Slamet Riyadi
