Pangkalpinang-jejakberitaonoine.com-com- Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” , Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Reskiansyah, menegaskan komitmen kuat untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan utama pengelolaan kekayaan alam daerah. Langkah ini berjalan selaras penuh dengan visi-misi Gubernur Hidayat Arsani mewujudkan Babel yang berdaulat, mandiri, dan sejahtera melalui tata kelola sumber daya alam yang adil, berkeadilan, dan bermanfaat sepenuhnya bagi rakyat Serumpun Sebalai,saat di temui redaksi usai Upacara Peringatan hari lahir Pancasila ,Senin (1/6/2026)
Reskiansyah menyampaikan bahwa makna Pancasila terutama sila ke-5 “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” menjadi jiwa dari setiap kebijakan dan kerja nyata Dinas ESDM. “Pancasila mengajarkan bahwa kekayaan alam adalah milik seluruh rakyat, harus dikelola demi kemakmuran bersama, bukan keuntungan segelintir pihak saja.” Inilah persis arah yang dicanangkan Bapak Gubernur Hidayat Arsani: Kita tidak boleh kaya alam tapi miskin masyarakat,” ujar Reskiansyah
lebih lanjut Reskiansyah menegaskan, seluruh program kerja ESDM Babel tahun 2026–2029 dijalankan sepenuhnya untuk menerjemahkan semangat dan arah kebijakan Gubernur Hidayat Arsani, yaitu:
Penataan & Legalisasi Tambang Rakyat: Menindaklanjuti instruksi Gubernur untuk menyelesaikan penataan 36 blok wilayah usaha pertambangan rakyat, menjamin kepastian hukum, perlindungan keselamatan, dan peningkatan pendapatan ribuan keluarga penambang. Regulasi daerah sedang disempurnakan agar masyarakat memiliki hak sah mengelola bumi sendiri.
Peningkatan Nilai Ekonomi & Kepastian Pembagian Hasil: Memperjuangkan hak daerah atas bagian hasil sumber daya alam yang lebih besar dari pemerintah pusat, agar dana tersebut kembali membangun sekolah, rumah sakit, jalan, dan fasilitas umum di seluruh penjuru pulau.
Pengelolaan Berkelanjutan & Pelestarian Lingkungan: Menyeimbangkan pemanfaatan kekayaan dengan pemulihan lahan, menjaga keseimbangan alam agar tetap lestari untuk anak cucu, sesuai prinsip pembangunan yang beradab dan berkelanjutan.
Menurut Reskiansyah, Pancasila bukan sekadar simbol, tapi kode etik kerja seluruh jajaran ESDM.
“Sila ke-2: Kemanusiaan yang adil → kami layani semua tanpa pilih kasih. Sila ke-3: Persatuan Indonesia → kami satukan potensi seluruh pulau demi kemajuan bersama. Sila ke-5: Keadilan Sosial → kami pastikan hasil bumi ini dirasakan petani, nelayan, penambang, dan seluruh warga, bukan hanya pihak luar.”
Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan Hidayat Arsani, paradigma sudah berubah: dari sekadar pengelolaan, menjadi penguasaan dan kedaulatan daerah atas kekayaan sendiri. “Ini perjuangan panjang, tapi kami pastikan Dinas ESDM menjadi ujung tombak keberhasilan visi besar Bapak Gubernur,” tambahnya.
Target 2026–2029: Babel Pusat Industri Strategis
Reskiansyah memaparkan target utama ke depan:
1. Selesai penataan seluruh wilayah tambang rakyat secara hukum dan teknis;
2. Beroperasinya fasilitas pengolahan tanah jarang dan logam tanah jarang;
3. Meningkatkan kontribusi sektor ESDM ke Pendapatan Asli Daerah hingga dua kali lipat;
4. Membangun sistem data dan pengawasan modern, transparan, dan bebas pungutan liar;
5. Menjadikan Babel sebagai contoh nasional pengelolaan tambang yang berkeadilan dan berwawasan lingkungan.
“Momentum Hari Lahir Pancasila ini kami jadikan janji: kami bekerja ikhlas, bersih, dan totalitas. Bersama Bapak Gubernur Hidayat Arsani, kami wujudkan mimpi besar masyarakat Serumpun Sebalai: Bangka Belitung kaya, mandiri, sejahtera, dan berdaulat penuh atas kekayaan Tuhan yang terhampar di tanah dan laut kita,” tutup Reskiansyah.***Red)
