Pangkalpinang-jejakberitaonline.com- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen memperkuat transformasi ekonomi berbasis lingkungan melalui pengembangan ekonomi biru. Langkah ini diwujudkan dengan menggandeng mitra strategis dalam program pemulihan ekosistem padang lamun dan rumput laut di wilayah pesisir Kabupaten Bangka Tengah dan Bangka Selatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kunjungan lapangan due diligence (uji tuntas) tahap kedua untuk proyek Innovation and Technology Fund (ITF) di bawah inisiatif Low Carbon Development Initiative (LCDI). Program ini dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dengan dukungan Kementerian PPN/Bappenas dan mitra internasional.

Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Joko Triadhi, menyatakan bahwa karakteristik geografis wilayahnya yang memiliki 527 pulau menuntut perencanaan pembangunan yang spesifik pada wilayah laut dan pesisir. Menurutnya, nuansa kepulauan kini menjadi arus utama dalam dokumen rencana pembangunan daerah.

“Pada RPJMD 2025-2029, nuansa kepulauan sangat kental dituangkan di dalam dokumen tersebut. Termasuk bagaimana dalam upaya pengembangan ekonomi Bangka Belitung, kita mengedepankan pada pengembangan ekonomi biru,” ujar Joko Triadhi pada saat Fasilitasi Kegiatan Due Diligence Shortlist Proposal CfP Tahap 2 Proyek Low Carbon Development Initiative – Innovation and Technology Fund (LCDI-ITF), Selasa (12/05).

Joko Triadhi menjelaskan, hampir 46 persen desa di Bangka Belitung merupakan desa pesisir dengan dinamika sosial-ekonomi yang tinggi. Oleh karena itu, intervensi pada ekosistem laut seperti yang diusulkan oleh Perkumpulan Hutan Kita Institute (HaKI) menjadi sangat krusial.

“Kami menyambut baik pihak manapun, mitra yang berkenan bekerja sama dengan kami. Karena kami sepenuhnya menyadari, tak cukup hanya pemerintah daerah yang bergerak ketika kita ingin melaksanakan pembangunan di suatu daerah, apalagi dengan segala keterbatasan yang kita miliki,” tuturnya.

Kunjungan lapangan yang berlangsung hingga 14 Mei 2026 ini, tim verifikator meninjau langsung calon lokus kegiatan di Desa Beriga, Kabupaten Bangka Tengah, dan Pulau Kelapan di Kabupaten Bangka Selatan. Lokasi-lokasi ini dipilih karena memiliki potensi ekosistem lamun yang besar sekaligus membutuhkan dukungan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Joko Triadhi berharap, kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada aspek lingkungan, tetapi juga mampu memberikan dampak pada penurunan angka kemiskinan dan stunting yang masih banyak ditemukan di kawasan pesisir. “Komitmen pemerintah daerah tentu saja sangat penting dalam proyek-proyek kemitraan, yang arahnya adalah pada keberlanjutan dari proyek itu sendiri,” tegasnya.

Program LCDI-ITF sendiri merupakan instrumen pendanaan untuk mendukung inovasi teknologi rendah karbon di berbagai sektor.***Red)

By