Penulis : Hariyono
jejakberitaonline.com-Nama Hidayat Arsani kini bukan sekadar nama pemimpin tertinggi di Bumi Serumpun Sebalai, melainkan menjadi simbol perjuangan, ketegasan, dan pengabdian tulus yang dicintai segenap masyarakat Bangka Belitung,Perjalanannya menuju kursi Gubernur Bangka Belitung bukanlah jalan yang mulus dan mudah, melainkan sebuah proses panjang yang ditempa oleh pengalaman hidup berat, tekad baja, serta keyakinan kuat bahwa nasib daerah dan rakyatnya wajib diperjuangkan hingga titik darah penghabisan. Hingga akhirnya pada 17 April 2025, mimpi panjang itu terwujud saat ia resmi dilantik langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjadi Gubernur Bangka Belitung periode 2025–2030.
Hidayat Arsani lahir dari latar belakang yang penuh perjuangan ,ditemukan saat bayi di tempat pembuangan sampah, tumbuh dalam keterbatasan dan pernah merasakan menjadi kuli bangunan, penjual kue, hingga buruh kasar.
Hidayat Arsani tumbuh dengan satu tekad, mengubah nasib diri sendiri dan membantu mengangkat derajat rakyat yang hidup dalam kesulitan, sama seperti dirinya dulu. Pengalaman hidup inilah yang membentuknya menjadi sosok pemikir keras, pekerja tak kenal lelah, pemimpin tegas, dan paling utama: sangat memahami, peduli, dan berpihak sepenuhnya pada rakyat kecil.
Langkah Hidayat Arsani masuk ke dunia politik dan pemerintahan dimulai dari kesadaran bahwa perubahan besar hanya bisa dilakukan jika berada di barisan terdepan. Ia pernah menjabat Wakil Gubernur periode 2014–2017, namun keinginannya memimpin langsung daerah ini jauh lebih besar. Ia mencalonkan diri dalam Pilgub 2017, meski belum berhasil menang, namun semangatnya tak pernah padam. Ia terus berjuang, berkeliling dari desa ke desa, mendengar keluh kesah, merancang gagasan, dan membuktikan lewat karya nyata bahwa ia layak dipercaya.
Tahun 2024, ia kembali maju sebagai calon Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , Prosesnya tak mudah, penuh tantangan dan perdebatan hukum, namun Hidayat Arsani tak pernah mundur. Ia berjuang sampai ke Mahkamah Konstitusi, mempertahankan hak dan kepercayaan yang diberikan masyarakat. Hingga akhirnya lewat putusan hukum yang sah, ia dinyatakan sebagai pemenang dan ditetapkan sebagai Gubernur terpilih.
Puncak perjuangan itu terjadi di Istana Negara, Jakarta, saat Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan. Di momen bersejarah itu, Hidayat Arsani berjanji: “Saya tidak memimpin untuk kekuasaan, tapi untuk mengabdi. Saya janji berpikir keras, bekerja keras, dan berjuang keras demi Bangka Belitung yang maju, mandiri, dan sejahtera.”
Sejak hari pertama menjabat, ciri utama kepemimpinan Hidayat Arsani terlihat jelas: tegas, lugas, dan tak berkompromi pada hal yang salah. Ia dikenal pemimpin yang berani mengambil keputusan sulit demi kebenaran dan kepentingan umum, tak peduli seberapa berat tantangannya.
Hidayat Arsani juga tegas dalam Efisiensi Anggaran ,Saat keuangan daerah terbatas, ia berani memangkas belanja seremonial, biaya perjalanan dinas berlebih, dan pengeluaran tidak mendesak. Namun ketegasannya punya batas tegas. hak pegawai dan kebutuhan rakyat tidak boleh dipotong. Ia perintahkan Bakuda tetap perjuangkan dan cairkan gaji ke-13 dan tunjangan tepat waktu, meski sedang berhemat ketat.
Hidayat Arsani Tegas Melayani, Tegas Menindak: Ia tegas menuntut birokrasi cepat, bersih, dan transparan. Pejabat yang malas atau pungut liar akan ditindak; tapi yang bekerja baik dan jujur akan didukung penuh. Ia ubah budaya “birokrasi lambat” jadi “birokrasi pelayan”.
Ketegasannya bukan kekerasan, melainkan ketegasan prinsip: yang benar dipertahankan, yang salah diperbaiki. Inilah yang membuatnya disegani pejabat dan dicintai rakyat.
Tak ada pemimpin yang lebih peka dan dekat dibanding Hidayat Arsani. Ia sadar betul rasa lapar, susah, dan tertinggal, karena ia pernah merasakannya sendiri. Segala kebijakannya selalu berawal dari pertanyaan: “Apa manfaatnya bagi rakyat? Apakah ini meringankan atau menyusahkan mereka?”
setiap ia turun ke desa, pesisir, pulau terluar, rumah sakit, sekolah, dan pasar. Ia berdiskusi ,berkomunikasi, mendengar langsung keluh kesah petani, nelayan, guru, dan warga miskin. Tak ada sekat antara Gubernur dan rakyat.
Hidayat Arsani berfokus pada kesehatan gratis, pendidikan merata, perbaikan jalan rusak, air bersih, dan bantuan bagi warga kurang mampu. Ia pastikan bantuan sosial tepat sasaran, tak ada yang terlewat.
Hidayat Arsani juga mendukung UMKM & Ekonomi Rakyat.Ia gelontorkan bantuan modal, pelatihan, dan digitalisasi usaha kecil. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi Bangka Belitung . Hidayat Arsani pastikan investasi masuk harus menyerap tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya.
Bagi Hidayat Arsani memimpin bukan memberi perintah, tapi merasakan, mendengar, dan menyelesaikan masalah rakyat seakan masalah itu miliknya sendiri.
Hidayat Arsani Dikenal sebagai pemikir yang otaknya tak pernah berhenti berputar, Hidayat Arsani bekerja tanpa mengenal waktu demi Bangka Belitung . Bagi beliau, tidur dan istirahat nomor dua,kemajuan Bangka Belitung adalah prioritas utamanya .
Dalam waktu kurang dari satu tahun memimpin, hasil pemikiran dan kerja kerasnya sudah terlihat nyata:
– 📌Hidayat Arsani Bawa 28 Penghargaan Nasional: Mulai dari Pemerintah Daerah Terbaik, Tata Kelola Keuangan, Pencegahan Korupsi, hingga prestasi kesehatan dan pendidikan — bukti pemikirannya cerdas dan kerjanya berkelas nasional .
– 📌 Bangkitkan Sektor Tambang: Ia susun strategi baru: tambang tertib dan ramah lingkungan
– 📌 Buka Pintu Investasi: Lewat Dinas PTSP di bawah Hardian, ia permudah izin, jamin keamanan investor, tapi tetap atur agar keuntungan mengalir ke rakyat dan membuka lapangan kerja luas.
– 📌 Perkuat Keuangan Daerah: Lewat Bakuda pimpinan Yunan Helmi, ia genjot pajak daerah tanpa memberatkan, agar anggaran cukup untuk pembangunan dan hak pegawai terpenuhi.
Ia selalu bilang: “Kalau pikiran kita berhenti, kemajuan daerah terhenti. Kalau tangan kita berhenti bekerja, nasib rakyat terlantar. Saya tidak akan berhenti berpikir dan bekerja sampai Bangka Belitung benar-benar makmur dan sejahtera.”
Satu Tahun Hidayat Arsani memimpin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ia sudah menorehkan jejak emas yang sulit dilupakan. Ia membuktikan: pemimpin yang lahir dari perjuangan, akan paling mengerti cara memperjuangkan rakyatnya.
Ketegasan, kepedulian, pemikiran cerdas, dan kerja kerasnya telah menyatukan kembali harapan masyarakat. Bangka Belitung kini bukan lagi sekadar daerah penghasil timah, tapi sedang bangkit menjadi wilayah maju, mandiri, dan bermartabat,semua berkat arah tangan dan pemikiran seorang pemimpin yang dicintai rakyatnya dengan sepenuh hati.
Perjuangan Hidayat Arsani belum selesai. Di usia yang makin matang, semangatnya justru makin berkobar. Rakyat Bangka Belitung pun berdoa: semoga beliau senantiasa sehat, kuat, dan terus memimpin dengan hati, membawa Negeri Serumpun Sebalai menuju masa depan yang semakin cerah, makmur, dan membanggakan.
