jejakberitaonline.com- Di tengah riuh rendah dinamika politik dan pemerintahan di Bangka Belitung, satu sosok yang tetap tenang, fokus, dan konsisten bekerja demi rakyat adalah Gubernur Hidayat Arsani. Beliau bukan sekadar pemimpin yang duduk di kursi jabatan, melainkan figur yang lahir dari perjuangan, tumbuh dari keterbatasan, dan menjadikan pengalaman hidupnya sebagai kompas utama dalam memimpin. Kisah hidupnya—yang pernah serba kekurangan, bekerja keras dari kecil, hingga kini mengemban amanah tertinggi daerah—telah membentuk karakter pemimpin yang rendah hati, paham betul penderitaan rakyat kecil, dan selalu berpihak pada kepentingan terbanyak.

Yang paling menonjol dari sosok Hidayat Arsani adalah prinsip hidupnya yang teguh: “Uang rakyat, dikembalikan untuk rakyat”. Prinsip ini tidak hanya ucapan, tapi terwujud nyata di setiap kebijakan. Di bawah tangannya, dunia pendidikan diperhatikan sungguh-sungguh: fasilitas diperbaiki, beasiswa digulirkan, dan akses pendidikan diperluas agar tidak ada anak Babel yang putus sekolah karena kendala biaya. Di bidang kesehatan, beliau memastikan hampir seluruh warga terlindungi BPJS, melunasi tunggakan, dan mengangkat kualitas pelayanan hingga mencapai standar nasional, menjamin tidak ada warga yang takut berobat .

Kepeduliannya juga sangat nyata bagi para pekerja dan buruh. Berkat keberpihakan dan kerja kerasnya, Bangka Belitung kini menduduki peringkat ke-5 nasional untuk Upah Minimum Regional. Ini bukti nyata bahwa beliau mengerti keringat dan pengorbanan mereka, dan berjuang agar kesejahteraan pekerja menjadi prioritas utama. Tak ketinggalan, bantuan sosial disalurkan tepat sasaran—ke lansia, penyandang disabilitas, keluarga kurang mampu—sebagai jaring pengaman agar tidak ada warga yang terlantar.

Sosok Hidayat Arsani dikenal juga sebagai pemimpin yang tidak boros dan sederhana. Beliau berani mengalihkan anggaran pesta atau acara seremonial untuk dibelikan gabah petani, disalurkan sebagai bantuan sembako, atau perbaikan fasilitas umum. Bagi beliau, kemegahan jabatan tidak ada artinya jika rakyat masih ada yang kesusahan. Sikap tenang, tidak terpancing isu, dan tetap fokus bekerja meski diuji berbagai tantangan, membuktikan kedewasaan dan kematangan kepemimpinannya.

Hidayat Arsani adalah bukti hidup bahwa pemimpin terbaik adalah mereka yang tidak lupa asal-usulnya. Beliau dicintai masyarakat bukan karena janji manis, tapi karena setiap langkahnya berisi bukti, setiap kebijakannya berisi kebaikan, dan setiap ucapannya berisi tanggung jawab. Sosok seperti inilah yang menjadi harapan: pemimpin yang hadir, merasakan, dan berjuang sepenuh hati agar Bangka Belitung makin maju, makin sejahtera, dan makin membanggakan.***Red)

By