Oleh : Hariyono
Editor : Slamet Riyadi

jejakberitaonline.com-Hidayat Arsani, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung periode 2025–2030, bukan nama asing di kancah pemerintahan daerah. Pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur dan berlatar belakang pengusaha, beliau membawa pengalaman praktis dan visi menyeluruh saat memimpin Negeri Serumpun Sebalai .

Kurang dari satu setengah tahun memimpin, langkahnya telah menorehkan jejak nyata,terbukti dari puluhan penghargaan nasional yang diraih, sekaligus menyisakan harapan besar dan catatan penting untuk berjalan lebih jauh.

Tata Kelola Bersih : Pondasi Kepercayaan Publik

Salah satu ciri paling menonjol dari kepemimpinannya adalah ketegasan menjaga integritas dan akuntabilitas. Di bawah arahannya, Pemprov Babel berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) BPK untuk kesembilan kalinya berturut-turut, meraih juara kedua nasional dalam pencegahan korupsi versi KPK, serta predikat tinggi dalam sistem merit dan reformasi birokrasi . Ini bukan sekadar penghargaan, melainkan bukti nyata bahwa anggaran besar dikelola dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan pertanggungjawaban yang teguh, sesuai harapan masyarakat agar setiap rupiah benar-benar bermanfaat .

Hidayat Arsani sadar betul bahwa Babel terdiri dari beragam pulau dan wilayah, sehingga tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Beliau terus mendorong komitmen “satu irama” antara provinsi dengan kabupaten/kota, serta antar sektor pembangunan. Pendekatan ini terlihat jelas dalam upaya menyelaraskan program pendidikan, meratakan pembangunan infrastruktur hingga ke pulau terluar, serta memastikan Pulau Bangka dan Pulau Belitung mendapatkan perhatian yang setara dan tidak ada yang tertinggal. Semangat kebersamaan ini selaras dengan budaya gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat kita.

Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Kesejahteraan

Kepeduliannya terhadap kualitas sumber daya manusia sangat nyata. Di bidang pendidikan, beliau mendorong sinkronisasi program antarwilayah, perbaikan mutu, serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan masa depan dan potensi lokal . Beliau juga menegaskan pentingnya kesejahteraan tenaga pendidik dan pemerataan akses untuk menjawab kekhawatiran akan kesenjangan yang masih ada .

Di sektor kesehatan, capaian seperti predikat Madya UHC Award, provinsi dengan cek kesehatan gratis tertinggi di wilayah, hingga hibah lahan untuk Fakultas Kedokteran UBB menunjukkan visi jangka panjang: menjadikan warga Babel sehat dan mandiri secara medis . Sementara program sosial seperti Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni dan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif menggarisbawahi prinsip “bukan sekadar memberi bantuan, melainkan membangun kemandirian”.

Transformasi Ekonomi dan Potensi Daerah

Menghadapi ketergantungan lama pada tambang timah, Gubernur bergerak berani membuka jalan baru: pengembangan perkebunan kelapa terpadu, pariwisata berkelanjutan, pengolahan komoditas lokal , dengan prinsip hilirisasi dan pelestarian lingkungan . Transformasi digital pun didorong kuat—Babel menembus tiga besar nasional Indeks Masyarakat Digital dan membangun sistem keamanan siber di seluruh wilayah sebagai bekal menghadapi persaingan zaman.

Tentu saja, tantangan masih menanti. Akses pendidikan yang belum merata, kesenjangan antarwilayah, pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan secara utuh, serta keselarasan lulusan SMA dan SMK dengan perguruan tinggi dan dunia kerja lokal tetap menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan bersama . Begitu juga harapan agar capaian di atas kertas makin cepat terasa dampaknya hingga ke desa-desa dan pesisir.

Kepemimpinan Hidayat Arsani hadir sebagai jembatan: antara masa lalu yang penuh tantangan, masa kini yang berbenah, dan masa depan yang lebih bermartabat. Dengan landasan tata kelola yang bersih, semangat sinergi tanpa sekat, serta fokus pada pembangunan manusia dan ekonomi berkelanjutan, arahnya sudah benar. Kini, konsistensi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat adalah kunci agar visi “Babel Lebih Hebat, Lebih Sejahtera” benar-benar terwujud bagi seluruh rakyat di setiap jengkal tanah dan laut kita.

By