Pangkalpinang-jejakberitaonline.com- Menjawab tantangan pemenuhan target pendapatan daerah serta mendukung kebijakan efisiensi dan prioritas anggaran yang digariskan Gubernur Hidayat Arsani, Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di bawah pimpinan Drs. Yunan Helmi, M.Si. terus bergerak agresif menggencarkan pemasukan pajak daerah.

Berbagai langkah strategis, terobosan baru, dan pendekatan yang lebih cerdas telah disusun dan dilaksanakan, agar penerimaan pajak meningkat signifikan, keuangan daerah makin kokoh, dan seluruh hak serta kewajiban pegawai serta pembangunan tetap terjamin terpenuhi sepenuhnya.

Yunan Helmi yang baru saja diamanahi memimpin Bakuda sejak Januari 2026 lalu, dikenal sebagai pejabat yang cermat, tegas, dan punya pemahaman mendalam soal tata kelola keuangan. Ia langsung bergerak cepat menyusun rencana kerja menyeluruh, dengan satu tujuan utama: memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah, utamanya dari sektor pajak, tanpa memberatkan masyarakat dan dunia usaha.

Langkah utama yang didorong Yunan Helmi adalah peralihan total ke sistem berbasis digital . Seluruh jenis pajak — mulai pajak kendaraan bermotor, pajak air permukaan dan pajak tambang kini bisa diakses, dihitung, dan dibayar secara online, mudah, cepat, dan transparan. “Kami hilangkan antrean, persingkat prosedur, hilangkan celah ketidakpastian. Semakin mudah bayar, semakin tinggi kepatuhan masyarakat,” ujar Yunan Helmi saat di hubungi Tim Lipsus ,Rabu siang (16/5/2026)

lebih lanjut di katakan Yunan Helmi Dengan Sistem tersebut memudahkan pemantauan data riil, sehingga potensi pajak tidak ada yang terlewat .
“Tim Bakuda Babel melakukan pemetaan rinci seluruh potensi objek pajak di seluruh kabupaten/kota, termasuk sektor pertambangan, pariwisata, perdagangan, dan jasa” ujar Yunan Helmi

Yunan Helmi juga menegaskan: “Kami tidak menaikkan tarif, tapi memastikan semua objek yang wajib pajak tercatat, terdata, dan terbayar. Jangan sampai ada kekayaan dan aktivitas ekonomi di Babel yang tidak menyumbang untuk pembangunan daerahnya sendiri.” Hasil pemetaan ini menemukan banyak potensi baru yang sebelumnya belum tergali, kini masuk menjadi sumber penerimaan sah.

Bersama tim juga Yunan Helmi mengutamakan pendekatan persuasif dan edukatif ketimbang penegakan keras semata. Sosialisasi dilakukan ke kantor desa, kelurahan, pasar, perusahaan, hingga pelaku usaha kecil dan menengah. Masyarakat diajarkan manfaat pajak langsung kembali untuk mereka — untuk jalan, sekolah, rumah sakit, gaji aparatur, dan pelayanan publik. “Saat mereka paham pajak adalah kontribusi untuk kemajuan bersama, kesadaran dan kemauan bayar akan tumbuh sendiri,” jelasnya.

Bakuda Babel membangun kerja sama erat dengan Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, Dinas Pariwisata, Bapenda kabupaten/kota, kepolisian, dan instansi penegak hukum. Data disatukan, diawasi bersama, agar tidak ada kebocoran, penghindaran, atau pungutan liar. Yunan Helmi menegaskan komitmennya: “Setiap rupiah pajak harus masuk ke kas daerah, utuh, sah, dan tepat sasaran. Tidak ada toleransi bagi pelanggaran, tapi kami tetap melayani dan memfasilitasi yang taat aturan.”

Secara bertahap namun tegas, dilakukan penagihan tertib atas tunggakan pajak yang sudah lama tertahan. Diberikan kesempatan penyelesaian bertahap, namun bagi yang tetap tidak patuh, langkah hukum akan ditempuh. Ini menjadi sumber pemasukan tambahan yang cukup besar dan berarti bagi kas daerah.
Sesuai Arahan Gubernur Hidayat Arsani Kuatkan Pemasukan, Jaga Hak Rakyat & Pegawai.

Seluruh langkah ini sejalan penuh dengan arahan tegas Gubernur Hidayat Arsani: “Di tengah kita efisiensi belanja, kita wajib genjot pendapatan. Pajak adalah hak daerah, hasilnya harus kembali dinikmati rakyat. Termasuk menjamin gaji ke-13, tunjangan, dan kebutuhan pembangunan tetap terpenuhi.”

Yunan Helmi menyatakan, kenaikan penerimaan pajak ini menjadi kunci agar Pemprov Babel tetap bisa menjalankan program prioritas, menuntaskan pembangunan, serta menjamin seluruh hak ASN, PPPK, dan pensiunan dicairkan tepat waktu dan utuh, meski dalam kondisi anggaran yang dikendalikan secara ketat.

“Tugas saya memastikan uang yang seharusnya masuk, masuk sepenuhnya. Saya berjanji bekerja keras, cermat, dan jujur, agar keuangan daerah makin kuat, aman, dan bermanfaat sebesar-besarnya bagi seluruh warga Bangka Belitung,” tegas Yunan Helmi penuh keyakinan.

Hingga awal Mei 2026, realisasi penerimaan pajak daerah sudah menunjukan kenaikan positif dibanding periode sama tahun lalu. Yunan Helmi menyebut ini baru permulaan; target ke depannya masih akan terus ditingkatkan seiring makin tertibnya sistem dan makin tingginya kesadaran masyarakat.

Langkah strategis Bakuda Ini bukti bahwa dengan kepemimpinan tepat, kerja cerdas, dan sinergi semua pihak, kekayaan daerah bisa dikelola maksimal demi kemajuan bersama. Di tangan Yunan Helmi, sektor pajak kini bukan sekadar penerimaan rutin, tapi menjadi tulang punggung kokoh yang menopang masa depan Bangka Belitung yang makin maju, mandiri, dan sejahtera***Hariyono)

By