KHUTBAH PERTAMA

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, was sholatu was salamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursalin, Sayyidina Muhammadin, wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in. Amma ba’du.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Mari kita perbaiki niat dan amal kita, agar senantiasa berada di dalam lindungan dan keridhaan-Nya di dunia maupun di akhirat.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Salah satu ujian terbesar bagi umat Islam di setiap zaman adalah ujian persatuan dan kesatuan. Islam datang membawa ajaran yang sangat agung untuk menyatukan hati yang berbeda, menjembatani perbedaan pandangan, dan membangun kehidupan yang damai.

Namun, kita sering melihat fenomena yang sangat memprihatinkan. Di tengah masyarakat, bahkan di dunia maya, marak terjadi upaya untuk mengajak, membujuk, dan membakar emosi orang lain agar membenci pemimpin.

Berbagai cara dilakukan, mulai dari menyebarkan isu yang tidak benar, memutarbalikkan fakta, hingga melontarkan hujatan yang bertujuan agar masyarakat merasa benci, tidak percaya, dan akhirnya memberontak terhadap kepemimpinan yang ada.

Padahal, Islam sangat melarang keras tindakan yang memicu perpecahan dan menanamkan kebencian tanpa alasan yang syar’i.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 9-10:

وَإِن طَائِفَتَانِ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱقْتَتَلُوا۟ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَهُمَا ۖ فَإِن بَغَتْ إِحْدَىٰهُمَا ٱلْأُخْرَىٰ فَقَٰتِلُوا۟ ٱلَّتِى تَبْغِى حَتَّىٰ تَفِىٓءَ إِلَىٰٓ أَمْرِ ٱللَّهِ ۖ فَإِن فَآءَتْ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَهُمَا بِٱلْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا۟ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَ

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: “Dan jika dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah keduanya… Dan orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah di antara dua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mengajak orang lain membenci pemimpin adalah pekerjaan yang sangat berbahaya, karena ia adalah benih-benih fitnah.
Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya fitnah itu sedang tidur, semoga Allah melaknat orang yang membangunkannya.” (HR. Ahmad)

Mengapa hal ini dilarang?

1. Merusak Kestabilan: Ketika masyarakat dipenuhi kebencian, maka keamanan dan ketertiban akan hilang. Negara menjadi kacau, dan rakyatlah yang akhirnya menderita.
2. Melanggar Perintah Ta’at: Islam memerintahkan kita untuk taat kepada pemimpin selama mereka tidak memerintahkan maksiat. Mengajak orang lain membenci dan membangkang adalah bentuk pelanggaran terhadap ajaran ini.
3. Menebar Dosa: Orang yang mengajak kebencian, tidak hanya berdosa atas ucapannya sendiri, tetapi juga ikut menanggung dosa orang-orang yang terpengaruh dan ikut membenci.

Islam mengajarkan cara yang benar jika kita melihat kekurangan atau kesalahan pemimpin, yaitu dengan cara menasihati secara langsung dan sopan, bukan dengan cara mempermalukan mereka di depan umum atau membakar amarah massa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik jihad adalah (mengucapkan) perkataan yang benar di hadapan penguasa yang zalim.” (HR. Tirmidzi)

Perhatikan, Nabi menyebutnya “perkataan yang benar”, bukan perkataan yang penuh kebencian, fitnah, dan hasutan.

Oleh karena itu, marilah kita menjadi orang yang mendinginkan suasana, bukan yang memanaskan api permusuhan. Mari kita perbaiki cara kita berpendapat. Jangan sampai kita menjadi orang yang dicerca oleh Allah karena telah memecah belah persaudaraan.

Barakallahu li walakum fil qur’anil ‘azim. Wa nafa’ani wa iyyakum bima fihi minal ayati wa dzikril hakim. Aqulu qauli hadza wa astaghfirullaha li wa lakum, fastaghfiruh, innahu huwal ghafurur rahim.

 

KHUTBAH KEDUA

Alhamdulillillahi hamdan katsiran kama amar. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarik lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh, la ‘ibada illa bihi, wa la hukma illa lahu. Amma ba’du.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Ingatlah wahai hamba Allah, bahwa menjaga persatuan adalah kewajiban, dan memecah belah adalah jalan yang celaka.

Jadilah orang yang bijaksana dalam menyikapi perbedaan. Jika ada hal yang tidak kita sukai dari kebijakan pemimpin, sampaikan dengan cara yang baik, atau doakanlah mereka agar diberikan petunjuk dan kekuatan untuk memimpin dengan adil.

Jangan pernah tergoda untuk ikut serta, mendukung, atau menyebarkan ajakan-ajakan yang bertujuan menumbuhkan rasa benci terhadap kepemimpinan yang sah, karena hal itu akan membawa kerusakan yang besar bagi negeri ini.

Semoga Allah membersihkan hati kita dari rasa dengki, membersihkan lisan kita dari ucapan yang menyakitkan, dan menjaga negeri kita dari perpecahan dan kekacauan.

Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammadin wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad. Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mukminina wal mukminat, al ahya-i minhum wal amwat. Allahumma aiffa bastata a bladina, wa aslih aimmata wa wulata amurina.

Ya Allah, jadikanlah pemimpin-pemimpin kami orang-orang yang bertakwa dan bekerja keras untuk kemaslahatan umat. Dan jadikanlah kami umat yang mendukung kebenaran, menjaga persatuan, dan jauh dari sifat permusuhan.

Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzabannar.

Ibadallah, innallaha ya’muru bil ‘adli wal ihsan, wa ita-i dzil qurba, wa yanha ‘al fahsya-i wal munkar wal baghyi, ya’izhukum la’allakum tadzakkarun. Fadzkurullaha azhima yadzkurkum, wasykuruhu ‘ala ni’matihi yazidkum, wal lahu khairun maa ta’malun.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

By