Jejakberitaonline.com,11/2/2026-Permasalahan sendimentasi dan pasang surut di alur muara sungai Pangkalbalam, membuat munculnya rencana untuk pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam.

Alhasil Komisi III DPRD Provinsi Bangka Belitung pun telah melakukan kunjungan ke PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) di Jakarta untuk merealisasikan rencana tersebut. 
Selain itu Ketua Komisi III Taufik Rizani bersama anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung, juga telah berkoordinasi langsung dengan Wali Kota Pangkalpinang di rumah dinas.

“Permasalahan pasang surut dan sedimentasi di alur muara sungai, menjadi permasalahan serius di Pelabuhan Pangkalbalam. Ini mengakibatkan keluar masuk kapal harus menunggu air pasang, sehingga bongkar muat barang menjadi terganggu,” ujar Taufik Rizani, Selasa (10/2/2026) malam.
Lebih lanjut pihaknya juga mendorong adanya pemanfaatan lahan, untuk dapat dijadikan pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam.
“Kami harap awalnya lahan 24 hektare bisa kita jadikan pelabuhan baru, namun lahan ini sudah dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Itulah sebenarnya lahan yang sudah clean and clear, karena kita sudah koordinasi dengan Bappenas,” ucapnya.

Dengan tidak adanya lahan, Taufik Rizani mengatakan muncul alternatif baru yakni membangun dataran baru seluas 50 hektare. 
“Pak Wali harus punya alternatif, karena ada dua alternatif lain yakni Pelabuhan Belinyu dan Sadai. Namun jarak terlalu jauh 95 kilometer, ini menjadi persoalan karena akan menambah cost yang luar biasa,” tuturnya. 
Taufik Rizani mengungkapkan pihaknya juga akan mengajak Pemerintah Kota Pangkalpinang dan Provinsi Bangka Belitung, untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat untuk menentukan arah pembangunan Pelabuhan baru tersebut. 

“Kita bawa ke Kemenko bahwa minta dukungan penuh, untuk pembangunan pelabuhan baru. Sampai sekarang belum bisa, karena lahannya belum ada. Kalau dari kami, ingin pelabuhan ini tidak ada persoalan lagi,” tegasnya.**Red)

By