Pangkalpinang-jejakberitaonline.com-PT Pertamina bersama DPRD Provinsi Bangka Belitung menyepakati fenomena kelangkaan gas elpiji 3 kilogram dapat terselesaikan dalam kurun waktu tiga hari ke depan.
Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya usai menggelar audiensi di ruang Badan Musyawarah, Senin (2/2/2026)
“Gas elpiji 3 kilogram mulai tanggal 5 Februari 2026, akan tersuplai kembali secara normal di pangkalan-pangkalan dan ini sudah clear komitmen PT. Pertamina,” ujar Didit Srigusjaya.
Dalam audiensi yang juga dihadiri sejumlah masyarakat, menghasilkan komitmen khususnya pada masa Ramadhan dan Idulfitri tidak lagi terjadi kelangkaan gas elpiji.
“Sudah ada sebuah komitmen dari Pertamina untuk menghadapi bulan suci Ramadhan dan Idulfitri, bahwa untuk gas elpiji 3 Kilogram tetap normal karena sudah dipersiapkan,” tegasnya.
Selain itu guna memastikan penyaluran gas elpiji subsidi dapat tepat sasaran, pihaknya juga akan membentuk tim pengawasan terpadu.
Dalam tim tersebut akan diisi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung serta melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH).
“Harus melibatkan APH, apakah itu Kepolisian atau Kejaksaan untuk mengawasi penyaluran gas elpiji 3 kilogram agar tepat sasaran. Hal ini karena terindikasi, bahwa ini tidak tepat sasaran,” tuturnya.
Sementara itu Didit Srigusjaya mengungkapkan perlunya kilang baru di Provinsi Bangka Belitung, guna menghindari fenomena kelangkaan gas elpiji dapat terulang kembali.
“Saya dan Gubernur sudah berkomunikasi dengan Pertamina Pusat, bahkan lewat lobi-lobi politik. Karena kita ini ada daerah kepulauan, kita masih mengusulkan agar ada kilang baru di Bangka Belitung. Daerah kepulauan dan cuaca ekstrem artinya jauh-jauh hari sebelum itu terjadi, stok sudah ada di tempat tersebut,” ungkapnya***Red)
