Bangka selatan,13/9/2026-jejakberitaonline.com – Persoalan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang hingga kini belum menemukan penyelesaian konkret kembali menjadi perhatian masyarakat Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rina Tarol saat melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun Sidang II Tahun 2026 di Kecamatan Pulau Besar, Minggu (13/9/2026).
Dalam pertemuan bersama masyarakat, Rina menyebut persoalan HTI menjadi salah satu isu penting yang terus disuarakan warga, khususnya masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian dan pengelolaan lahan
“Kecamatan kita memang lagi tersandera oleh HTI. Sampai detik ini belum ada penyelesaian secara konkret. Hanya katanya sudah, tapi sudah tidak jelas,” ujar Rina.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian dan solusi nyata terkait persoalan tersebut. Ia menilai, informasi mengenai proses penyelesaian harus diikuti dengan langkah konkret agar warga mendapatkan kejelasan terhadap kondisi lahan dan aktivitas mereka.
Karena itu, Rina mendorong pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk terus mencari jalan keluar terbaik terkait persoalan HTI yang telah lama menjadi perhatian masyarakat Pulau Besar.
Selain menyoroti persoalan HTI, kegiatan reses tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.
Untuk memperkuat tindak lanjut aspirasi, Rina turut menghadirkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai kebutuhan, mulai dari bantuan untuk rumah ibadah dan beasiswa, persoalan perubahan data desil penerima bantuan sosial, pengembangan UMKM dan koperasi, sektor pertanian, hingga kebutuhan nelayan.
Rina mengatakan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan melalui DPRD Babel sesuai dengan kewenangan yang dimiliki
“Harapan kami, Bapak-Ibu semuanya, hadirnya kami di sini bisa membantu. Bapak-Ibu bisa merasakan kehadiran wakil-wakil Bapak-Ibu yang ada di DPRD Provinsi,” ungkapnya.
Rina menegaskan, reses bukan hanya agenda rutin turun ke daerah pemilihan, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab anggota DPRD dalam mendengar dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dengan wakil rakyat agar berbagai aspirasi dapat dikawal secara berkelanjutan.
“Jangan sampai kami hadir hanya pada saat kami tatap muka di sini, setelah itu kami hilang. Sebenarnya masyarakat harus rajin mengundang kami, Insyaallah kalau ada waktu kami akan datang,” katanya.
Melalui kegiatan reses tersebut, Rina berharap berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat Pulau Besar, baik terkait HTI maupun kebutuhan pembangunan lainnya, dapat segera mendapatkan perhatian dan solusi dari pemerintah.
