Pangkalpinang- jejakberitaonline.com (6/4/2026)- DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sampaikan 600 usulan dari hasil reses anggota selama dua tahun yang merupakan aspirasi masyarakat untuk segera di tindaklanjuti dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) yang akan digelar pada pertengahan bulan April mendatang.

“Selama dua tahun ini kita DPRD Babel sudah melaksanakan reses ke seluruh pelosok Babel. Namun usulan-usulan dari hasil reses belum di akomodir oleh pemerintah daerah (Pemda), jadi kita harap eksekutif atau Pemda dapat mengakomodirnya meski tidak semuanya, akan kita pilih mana yang bisa kita prioritaskan,” kata Ketua DPRD Babel, Didit Sri Gusjaya di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan usulan-usulan atau aspirasi masyarakat yang masuk dalam reses akan menjadi pokok pikiran anggota DPRD Babel untuk dituangkan dalam Musrenbang nanti karena pelaksana tekhnisnya adalah pemerintah daerah yakni Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung.
Semua usulan tidak bisa diakomodir, jadi dari 600 usulan yang ada akan di pilih yang mana menjadi prioritas untuk segera ditindaklanjuti dan masuk dalam program kerja Pemprov Babel.

“Kita akan pilih usulan mana yang diprioritaskan dulu, misalkan sarana prasarana sekolah seperti gedung-gedung yang harus di perbaiki atau saluran air drainase yang tidak lancar dan persoalan di rumah ibadah baik muslim atau non muslim sehingga nanti tidak perlu mengganggu anggaran pendidikan atau dinas sosial untuk memperbaiki pekerjaan seperti itu,” terang Didit. 

Ia berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel dapat mengakomodir hasil pokok pikiran dari usulan reses yang ditampung oleh DPRD Babel agar masuk dalam program kerja sehingga bisa segera di realisasikan pada 2027 mendatang.

“Kita hanya mengakomodir apa yang menjadi usulan dan aspirasi masyarakat. Pelaksana tekhnisnya tetap eksekutif jadi kita harap bisa di realisasikan agar nanti tidak dipertanyakan lagi oleh masyarakat, kenapa usulan mereka belum ditindaklanjuti,” tutup Didit.***Red)

By